Home Permainan Kelompok Permainan Android Renungan

Monday, April 11, 2016

Akhirnya Resign Juga..

Pada tanggal 6 April 2016, akhirnya saya resmi keluar dari tempat saya bekerja. Saya bekerja selama 2 tahun lebih di tempat ini, tempat kerja yang menyenangkan dibarengi dengan teman-teman kantor yang sudah akrab banget membuat saya nyaman untuk bekerja di tempat ini. Namun pada akhirnya, saya memutuskan juga untuk keluar dari kantor yang nyaman ini.

Niat untuk Resign


Sebenarnya niat untuk resign sudah terencana sejak dulu. Bahkan di awal tahun 2016, niat untuk pindah kerja sudah menjadi resolusi pribadi saya.

Waktunya Resign


Saya memiliki atasan yang baik banget, teman-teman kerja yang bisa dikatakan lebih dari sekedar teman saking dekatnya. Tetapi yang jadi masalah, saya cukup keberatan dengan lokasi kerja yang terlalu jauh dan peningkatan gaji yang kurang. Hingga membuat saya memutuskan untuk resign dari perusahaan ini.

Awalnya niat untuk mengajukan resign ini seringkali terkendala. Atasan yang baik membuat saya gak enak untuk cerita perihal mengundurkan diri ini. Jadinya niat mengajukan resign terus tertunda karena perasaan sungkan yang membuat saya gak kuat sendiri karena terus ditahan.

Berhubung kepengin resign tapi tidak berani untuk mengutarakannya, akhirnya saya kerja dengan males-malesan. Saya sering banget datang terlambat ke kantor. Kerja juga dengan semangat yang padam, melihat kerjaan yang diberikan juga tidak terasa baru bagi saya. Saat-saat ini semakin jelas buat saya bahwa ini merupakan saatnya mengajukan resign.

Pergumulan pribadi untuk mengundurkan diri ini terus muncul terutama pada saat bangun pagi. Selalu saya terbayang untuk segera mengajukan resign dan mencari pekerjaan yang baru. Sampai suatu ketika di gereja saat saya beribadah, Tuhan mulai mengingatkan saya untuk segera resign. Percuma kalau saya sibuk mengasihi orang lain, tapi saya tidak memperhatikan diri sendiri. Bukankah firman Tuhan mengajarkan kita supaya kita mengasihi orang lain juga mengasihi diri sendiri?

Mengajukan Resign

Akhirnya, di hari Senin pada pertengahan bulan Februari, saya minta Tuhan untuk memberi keberanian pada saya untuk mengajukan pengunduran diri. Dan Tuhan bekerja dengan cara yang aneh (ajaib), pagi itu saya terlambat masuk ke kantor. Berhubung saya terlambat sekitar 30 menit, saya coba buat surat ijin untuk keterlambatan saya ini.

Ternyata atasan saya cukup kebingungan melihat alasan ijin saya dikarenakan HRD yang cukup kritis terhadap alasan-alasan keterlambatan yang tidak masuk akal. Atasan saya sampai bingung mencarikan alasan yang tepat untuk keterlambatan saya ini. Dan karena saya mulai melihat atasan saya yang kebingungan, keluarlah kata-kata itu dari mulut saya. Saya mulai mengatakan keinginan saya untuk mengundurkan diri sebagai staff IT di kantor ini.

Awalnya tentu atasan saya terlihat cukup kaget, namun setelah diskusi beberapa waktu, saya diperbolehkan keluar dari perusahaan ini. Saya mengutarakan niat saya resign di pertengahan bulan Februari dan sesuai peraturan perusahaan saya boleh keluar satu bulan setelah mengajukan surat resign. Apalagi mengingat pekerjaan saya yang memerlukan pengganti, saya harus melakukan transfer knowledge terlebih dahulu sebelum saya resmi keluar dari kantor ini.

Dan akhirnya, pada tanggal 6 April 2016, akhirnya saya resign juga..

Suasananya cukup mengagetkan, karena pada hari itu saya diberikan sebuah kado perpisahan dari teman-teman dekat di kantor saya. Benar-benar ga nyangka kalau mereka memberikan saya sebuah gitar akustik Yamaha C-315. Saya sampai tanya berkali-kali apakah benar saya diberikan gitar ini.

Kado Gitar untuk Perpisahan


Dan ternyata.... Beneran kok ^^, Ini gambar gitarnya di atas.

Yah, setelah pamitan dengan orang-orang kantor di hari itu, saya resmi sudah keluar dari kantor tempat saya pertama kali merasakan dunia kerja ini. (Sekalipun belum exit interview sih.. Nampaknya pihak HRD kelupaan.. Hehe..)

What next?

Nah, pertanyaan utama setelah keluar dari pekerjaan adalah.. "Mau kemana?"

Pertanyaan ini yang paling sering ditanyakan waktu saya pamit dengan orang-orang kantor. Teman-teman dekat pun juga pada bingung saya mau kemana setelah keluar dari kantor ini.

Well, untuk jawaban resminya selalu saya utarakan niat saya untuk fokus ke kuliah dulu. Saat ini saya sedang kuliah S2 dan memasuki semester 4. Saya ingin selesaikan kuliah ini terlebih dahulu baru berpikir untuk tempat kerja berikutnya.

Namun di lain itu, saat ini saya sedang mau mencoba untuk fokus ke jualan online saya yakni Toko Onis. Toko online ini diurus sama saya dan adik saya, penghasilannya belum dibilang besar-besar banget sih. Saya hanya berpikir, kalau saya coba fokus ke bisnis online ini, mungkin saja penghasilannya bisa melebihi gaji saya sebagai karyawan di tempat kerja saya dulu.

Website Toko Onis sudah mencapai page 1 untuk kata kunci harga catokan. Namun untuk kata kunci harga hairdryer, website Toko Onis masih muncul di halaman ketiga. Followers Instagram saat ini sudah ada sebanyak 5 ribu.

Saya ga tahu kalau saya mulai berikan waktu yang lebih untuk SEO dan sosial media milik Toko Onis, apakah mungkin penjualan catokan rambut, clipper, hairdryer dan produk-produk perawatan kecantikan yang kami jual bisa meningkat? Apakah pendapatan saya dari Toko Onis bisa menyuplai hidup saya bahkan sampai bisa melebihi gaji saya sebagai karyawan? Ini pertanyaan yang saat ini sedang saya cari jawabannya.

Di lain sisi, saya juga sedang memberikan waktu yang lebih untuk belajar musik. Minat saya di bidang musik membuat saya memilih untuk mengikuti les vokal. Untuk guru les vokal saya minta teman saya yang sebenarnya membuka kursus gitar di Surabaya, tak peduli walaupun dia bukan fokusnya di vokal, saya minta aja dia mengajari saya vokal. Hoho..

Beruntung saya masih kuliah sehingga saya bisa mengutarakan bahwa profesi saya saat ini adalah mahasiswa. Tentunya eksperimen saya di bidang toko online dan musik ini memiliki umur sekitar 3 bulan dimana setelah saya lulus kuliah, seharusnya saya sudah memiliki pekerjaan yang pasti dengan pendapatan yang pasti pula.

Harapan saya, pekerjaan di bidang bisnis online ataupun musik yang saya geluti ini bisa menghasilkan pendapatan yang pasti buat saya. Sehingga setelah saya lulus kuliah, saya tidak terlalu ambil pusing untuk kerja ikut orang lagi tapi bisa merintis pekerjaan sendiri.

Kata Yesus: "Datanglah!" Maka Petrus turun dari perahu dan berjalan di atas air mendapatkan Yesus. - Mat 14:29

Keputusan untuk resign dan tidak bekerja dulu merupakan keputusan yang besar di hidup saya. Tapi yang saya tahu saat ini, saya mau belajar dari Petrus yang dapat merasakan bagaimana berjalan di atas air. Saya ingin memberikan ruang untuk Tuhan bekerja dalam hidup saya, hingga saya dapati bahwa saya dapat berjalan di atas air.

0 comments:

Post a Comment

Home Permainan Kelompok Permainan Android Renungan
Copyright © 2015 Junaedi Widjojo | All Rights Reserved. Design By Templateclue - Published By Gooyaabi Templates